"Nggak ada cara lain selain maju lewat partai. Tapi dalam pilpres orang tetap melihat individu," kata pengamat militer Kusnanto Anggoro kepada detikcom, Kamis (17/4/2008).
Ketergantungan para jenderal terhadap partai menjadi masalah sendiri untuk mereka. Sebab simpatisan partai yang mencoblos dalam pemilu legislatif belum tentu mencoblos calon jago dari partai mereka dalam pilpres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kunci kekuatan partai politik, menurut Kusnanto, ada di akar rumput. Semakin ke pusat, mesin partai justru makin lemah menggalang dukungan untuk pilpres. Peluang kemenangan para jenderal ini ada pada pilkada kabupaten kota yang mana mesin partai masih berfungi seimbang dengan citra individu.
"Ikut pilkada bupati saja deh, pasti menang," sarannya sambil tertawa. (fay/nrl)











































