KPUD Sumut: Golput Besar karena Masyarakat Bosan Ikut Pilkada

KPUD Sumut: Golput Besar karena Masyarakat Bosan Ikut Pilkada

- detikNews
Kamis, 17 Apr 2008 11:26 WIB
Jakarta - Jumlah warga yang tidak menggunakan hak pilihnya alias golput pada Pilkada Sumatera Utara diperkirakan mencapai 35 persen. Besarnya angka golput ini disebabkan beberapa faktor.

Hal tersebut diungkapkan Ketua KPUD Provinsi Sumatera Utara, Irham Buana Nasution, saat berbincang-bincang dengan detikcom melalui telepon, Selasa (17/8/2008).

"Banyak faktornya, salah satunya masyarakat merasa jenuh karena mengikuti berbagai Pilkada. Bisa juga karena masyarakat merasa siapa pun yang jadi gubernur, tidak berpengaruh langsung terhadap mereka. Sebab lainnya mereka tidak terdaftar sebagai pemilih," kata Irham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun demikian, sambung Irham, secara umum pelaksanaan Pilkada Sumut berlangsung aman. Tidak ada upaya-upaya yang mengarah pada penolakan hasil penghitungan suara sementara ini.

"Sejauh ini semuanya lancar. Di Medan, misalnya, tidak ada upaya penolakan atau membantah terhadap hasil penghitungan sementara," tutur Irham.

Pilkada Sumut diikuti lima pasang cagub dan cawagub, yakni nomor urut 1, Ali Umri-Maratua Simanjuntak yang diusung Partai Golkar. Nomor urut 2, Tritamtomo-Benny Pasaribu yang diusung PDIP.

Nomor urut 3, Robert Edison Siahaan-Suherdi yang didukung PNI Marhaenisme, Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), Partai Perhimpunan Indonesia Baru, PDS, PPD, PKB, PNBK, dan Partai Pelopor.

Nomot urut 4 pasangan Abdul Wahab Dalimunthe-Raden Syafii, didukung PAN, PD, dan PBR. Sementara pasangan nomor urut 5, Syamsul Arifin-Gatot Pujonugroho didukung PPP, PKS, dan PBB dan sejumah partai lainnya.

Hasil quick count (penghitungan cepat) yang dilakukan 3 lembaga menunjukkan, untuk sementara pasangan Syamsul Arifin-Gatot Pujonugroho unggul. (djo/nrl)


Berita Terkait