"Saya rasa kekalahan calon Golkar dalam pilkada bukan sepenuhnya kesalahan Pak Jusuf Kalla. Tetapi kesalahan kolektif, karenanya tidak pada tempatnya diarahkan untuk menghukum Pak Jusuf Kalla semata," kata anggota FPG DPR Yuddy Chrisnandi, Kamis (17/4/2008).
Menurut dia, kekalahan Golkar harus dijadikan evaluasi secara menyeluruh dengan membenahi struktur partai agar dapat bergerak efektif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuddy mengatakan, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla harus mulai memberikan perhatian pada masalah organisasi.
"Selama ini orang kenal Pak JK sebagai Wapres. Karenanya ke depan tidak perlu ragu-ragu lagi. Selain sebagai wapres, Pak JK harus menampilkan dirinya sebagai pemimpin partai terbesar. Ini sangat penting untuk mengkonsolidasikan seluruh kader partai Golkar menghadapi Pemilu Legislatif dan Pilpres 2009," papar dia.
Dikatakan dia, sisa waktu 1 tahun ini harus betul-betul dimanfaatkan dengan cara mengubah kebijakan posisi politik Partai Golkar karena jika tidak Golkar akan semakin terpuruk.
Lebih lanjut, kata Yuddy, Golkar juga harus membuka diri terhadap figur muda karena rakyat ternyata lebih memilih figur baru, yang tidak terikat dengan kesalahan masa lalu. (aan/nrl)











































