Bencana Hanya Tunggu Waktu Saja

Awas, Jakarta Ambles! (2)

Bencana Hanya Tunggu Waktu Saja

- detikNews
Kamis, 17 Apr 2008 10:56 WIB
Bencana Hanya Tunggu Waktu Saja
Jakarta - Di penghujung 2004 LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta meramal kalau tanah di sekitar gedung bertingkat di Jakarta akan banyak yang ambles tahun 2010. Tapi kurang dua tahun dari tenggat yang diramalkan Walhi, beberapa bangunan di Jakarta sudah mulai ambles. Sebut saja gedung Sarinah dan gedung Badan Pengkajian dan Penyerapan Teknologi (BPPT). Keduanya terletak di lintas jalan M.H Thamrin.

Bangunan anjungan tunai mandiri (ATM) yang ada di sisi selatan Sarinah mulai doyong. Sementara di area BPPT terdapat setidaknya empat titik amblesan, yakni di sisi kiri dan kanan gedung perparkiran, lobi gedung BPPT I, lobi gedung BPPT II, area parkir motor, dan lahan parkir mobil.

Amblesnya lahan di beberapa gedung di Jakarta yang lebih cepat dari ramalan, menurut Hasbi Azis Kepala Riset dan Analisis Kebijakan Publik Walhi Jakarta, karena sejak 2007, intensitas pembangunan properti, terutama di kawasan bisnis semakin bergeliat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun 2007 pembangunan gedung-gedung di kawasan bisnis di Jakarta semakin giat. Sehingga kebutuhan air tanah semakin meningkat," katanya. Akibatnya, lanjut Hasbi, kondisi tanah jadi labil dan mengalami penurunan.

Hasbi menyebutkan, beberapa daerah yang rawan mengalami penurunan tanah antara lain di gedung-gedung yang berada di sepanjang jalan Jenderal Sudirman-M.H Thamrin, kawasan segitiga Kuningan dan Sudirman Central Bussines District (SCBD).

Ridwan Zamaludin, Ketua Bidang Teknologi Kelautan BPPT yang ditemui detikcom menjelaskan, khusus untuk amblesnnya tanah di gedung BPPT, disebabkan daerah tersebut dulunya merupakan rawa-rawa yang batuannya belum solid atau keras sekali. Ketika terjadi penyedotan air secara banyak dalam jangka pendek, bebatuan yang ada langsung bereaksi dan bergeser.

Ridwan juga menjelaskan, kedalaman tanah yang mengalami pergeseran di sekitar gedung BPPT berada di kedalaman 30 meter. "Di kedalaman itu kami melihat ada bidang-bidang gelincir yang terjadi dan sebelumnya itu tidak ada," jelas Ridwan yang mengepalai tim investigasi amblesnya lahan di lingkungan gedung BPPT.

Sebelumnya pihak BPPT melakukan perbaikan terhadap lahan yang ambles. Tapi setelah diperbaiki kondisinya tidak berubah. Lahan tetap bergelombang sementara dinding yang di semen kembali patah. Selidik punya selidik, Ridwan dan tim BPPT yang bekerja sejak 22 Februari sampai 13 Maret lalu mengetahui kalau lapisan tanah yang ada di bawah lahan tersebut bergeser.

Yang jadi penyebab gesernya tanah adalah penyedotan air yang dilakukan kontraktor pembangunan Menara Haji. Lokasi proyeknya berada persis di sisi sebelah utara gedung BPPT I.

Temuan yang diutarakan tim Ridwan kepada PT Pembangunan Perumahan (PP), kontraktor yang menangani proyek Menara Haji Departemen Agama, rupanya tidak begitu saja percaya. "Dalam berita acara yang disepakati tim kami dan kontraktor disebutkan ada kemungkinan. Jadi mereka tidak sepenuhnya yakin," begitu kata Ridwan.

Walau belum sepenuhnya percaya hasil investigasi tersebut, dua hari kemudian kontraktor pelat merah itu mengirim dua mobil molen untuk mengecor lahan-lahan di BPPT yang ambles. Beberapa tukang juga dikerahkan untuk memperbaiki dinding dan lantai yang retak-retak.

Ridwan kemudian memaparkan, dari hasil investigasinya diketahui PT PP melakukan penyedotan sebanyak 3.000 liter per detik melalui tiga sumur bor. Penyedotan air tanah dalam jumlah besar dan dalam jangka pendek itu kemudian berimbas ke tanah yang ada di lahan BPPT. "Air yang tadinya mengisi rongga bebatuan jadi hilang. Sehingga ruang kosong yang ada langsung terisi bebatuan. Di situlah terjadi pergeseran," jelas Ridwan.

Dampak yang ditimbulkan akibat penyedotan air yang dilakukan oleh kontraktor proyek pembangunan Menara Haji dipastikan Ridwan bisa menyebar ke segala arah. Tapi hal itu tergantung kondisi tanahnya.

Sedangkan Hasbi Azis dari Walhi mengatakan, besar kemungkinan pembangunan gedung=gedung bertingkat yang dilakukan di beberapa wilayah, seperti kawasan bisnis di Jakarta akan berdampak sama seperti yang terjadi di BPPT dan sarinah. "Kalau sudah begini amblesnya lahan yang ada di sejumlah gedung bertingkat di Jakarta tinggal menunggu waktu," Hasbi berprediksi. (ddg/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads