Bila masyarakat puas dengan calon yang dimajukan, tentu pilihan akan dijatuhkan kepada sosok yang bersangkutan. Alhasil suara yang didulang pun semakin banyak. Hasil akhirnya: menang! Bila sudah begini tentu parpol pengusungnya akan senang. Istilahnya, anda puas kami senang.
"Kemenangan dalam pilkada adalah kombinasi dari dua hal. Pertama, kepuasan dan kesukaan masyarakat atas figur yang 'dijual'. Kedua, mesin partai yang cukup konsisten," ujar Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (17/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Partai yang menurut saya terjaga konsistensi mesin politiknya itu adalah PKS," lanjut pria berkacamata itu.
Apakah itu terjadi karena presiden PKS tidak menduduki jabatan publik sehingga lebih konsentrasi mengurus pilkada?
"Saya tidak bisa mengambil kesimpulan begitu. Karena untuk pilkada elemen lokal lebih mendominasi. Namun apa pun hasilnya, tentu yang berada di pucuk kepemimpinan mau tak mau juga dilihat," sambung Qodari.
Menurut Qodari, hasil pilkada baru-baru ini, setidaknya yang berlangsung di Jabar dan Sumut, harus menjadi evaluasi partai-partai yang meraup suara banyak dalam Pemilu 2004 lalu. Mengingat Jabar adalah daerah dengan jumlah penduduk yang besar di Pulau Jawa. Demikian pula dengan Sumut, penduduknya paling banyak di Pulau Sumatera.
"Kalau buat Golkar, ini jadi lampu kuning buat partai kuning. Saya rasa kader Golkar terlalu terbiasa pragmatis. Ini harus jadi bagian evaluasi," tuturnya.
(nvt/nrl)











































