"Ini karena konsentrasi pengurus Golkar dalam mengurus partainya tidak optimal ditandai dengan kekurangan waktu JK untuk melakukan konsolidasi di internal Golkar sampai ke daerah," kata Direktur Riset dan Publikasi Akbar Tandjung Institute, Alfan Alfian, Kamis (17/4/2008).
Menurut dia, interaksi ketua umum dan kader Golkar minim. "Pak JK sibuk dalam tugasnya sebagai wapres sehingga tidak bisa konsentrasi mengurus Golkar. Beda saat Akbar memimpin, tiap Sabtu dan Minggu Akbar turun ke daerah," ujar orang dekat Akbar Tandjung ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi diperlukan keterlibatan JK secara umum dan intensif tidak serampangan," kata Alfan.
Capres 2009
Dalam kesempatan itu, Alfan mengatakan Akbar masih melihat segala kemungkinan yang terjadi mana yang rasional dan obyektif untuk maju dalam Pilpres 2009 menyusul kekalahan jago Golkar dalam pilkada.
"Kalau peluang politik di Golkar sama sekali tertutup kan ada peluang lain dan partai lain," ujar Alfan. (aan/nrl)











































