Banjir kiriman itu mulai terasa sejak Rabu kemarin, pukul 16.00 WIB. Banjir menemui titik puncak Kamis (17/4/2008) subuh .
"Air perlahan naik. Kami tidak nyangka. Jakarta seharian panas, kok ada air," kata salah satu warga RT 5/3 Bintaro, Rozak (30), di tenda pengungsian, Jl Deplu Raya, Kamis (17/4/200).
Akibatnya, puluhan warga mengungsikan barang-barangnya ke lantai dua rumah atau loteng. Sebagian membawa barangnya ke tenda pengungsian yang didirikan swadaya oleh warga.
"Baru kali ini (banjir). Kemarin-kemarin nggak sampai begini," imbuh Rozak.
Akibatnya, Jl Deplu Raya yang ikut tergenang air sehingga 50 cm nyaris terputus. Kendaraan besar berjalan pelan sementara kendaraan kecil seperti sedan lebih memilih menghindar. Sepeda motor yang mencoba menerobos banyak yang mogok.
"Tanggung mau muter. Kantor udah deket," kata Yosi (45), salah satu karyawan asuransi saat terjebak banjir kiriman.
(Ari/nrl)











































