Keok di 2 Pilkada, Golkar Harus Pilih Calon Menjanjikan

Keok di 2 Pilkada, Golkar Harus Pilih Calon Menjanjikan

- detikNews
Kamis, 17 Apr 2008 09:40 WIB
Jakarta - Kekalahan calon Partai Golkar di dua pilkada, Jawa Barat dan Sumatera Utara, harus menjadi bahan refleksi bagi partai berlambang pohon beringin ini. Golkar jangan lagi sembarangan dalam memilih calon yang diusungnya.

"Jangan lagi Golkar memilih calon yang hanya dianggap punya kekuatan di partai. Calon yang dimajukan haruslah yang menjanjikan di mata publik," ujar Anis Baswedan, pengamat politik dari Universitas Paramadina, saat dihubungi detikcom, Selasa (17/4/2008).

Anis melihat calon pemimpin daerah yang keok di dua pilkada bukanlah figur yang menjadi ekspektasi publik. "Pilkada adalah memilih individu dan bukan parpol. Di dua daerah ini mereka menginginkan pemimpin yang baru," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia juga menyatakan, kekalahan calon Partai Golkar di lumbung suaranya, bukan sebagai hal yang aneh. "Di sebuah tempat partai boleh menang pemilu. Tapi belum tentu dia juga menang pilkada. Karena Pilkada bukan memilih partai," ucap Anis.

Anis juga menilai, tidak usah terburu-buru menyatakan kekalahan pilkada yang dialami Partai Golkar karena mesin politik dan tim suksesnya telah gagal. "Masyarakat di daerah menginginkan perubahan. Seharusnya Golkar bisa menangkap keinginan masyarakat itu, bukan soal tim sukses atau lainnya," ujar Anis.

(mar/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini