Tim Sukses Tak Efektif Penyebab Partai Besar Kalah di Pilkada

Tim Sukses Tak Efektif Penyebab Partai Besar Kalah di Pilkada

- detikNews
Kamis, 17 Apr 2008 08:06 WIB
Jakarta - Keunggulan PKS dalam Pilkada Jabar dan Pilkada Sumut membuat partai besar harus hati-hati. Kekalahan partai besar ini mencerminkan kegagalan tim sukses.

"Ini bukan soal percaya atau tidaknya pemilih. Ada perbedaan yang signifikan antara kekuatan tim sukses yang dibangun masing-masing partai," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani kepada detikcom, Kamis (17/4/2008).

Saiful mencontohkan Pilkada Jabar yang diungguli calon yang diusung koalisi PAN dan PKS. Unggulnya Ahmad Heryawan-Dede Yusuf ini mengalahkan pasangan yang diusung PDIP dan PPP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PDIP dan Partai Golkar sering timnya kurang efektif. Padahal ini mesin politik untuk mobilisasi pemilih," ujar dia.

Menurut Saiful, dengan kurang efektifnya tim sukses membuat calon yang diusung partai besar tidak efisien. "Misalnya saja dengan ongkos yang sama tapi hasilnya tidak mencapai sasaran," imbuh dia.

Sistem penghitungan cepat (quick count) hasil Pilkada Sumatera Utara (Sumut) dilaksanakan Lembaga Survei Indonesia, Lingkaran Survei Indonesia dan Jaringan Isu Publik (JIP). Hasilnya, pasangan Syamsul Arifin-Gatot Pujonugroho unggul dibanding empat pasangan lainnya.

Pada sampel Lembaga Survei Indonesia Sumut menunjukkan pasangan Syamsul-Gatot memperoleh 20.845 suara atau 28,77 persen dari keseluruhan sampel. (mly/nrl)


Berita Terkait