Lembaga Survei Indonesia menempatkan Syamsul Arifin sebagai pemenang Pilkada dengan perolehan suara 28.72 persen, sementara Lingkaran Survei Indonesia/Jeringan Isu Publik (LSI/JIP) juga menyatakan Syamsul Arifin-Gatot Pujonugroho unggul dengan 27.67 persen.
Pada posisi kedua, kedua lembaga ini juga sepakat menempatkan pasangan Tritamtomo - Benny Pasaribu. Namun terjadi perbedaan pada posisi 3, 4 dan 5.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkenaan dengan perbedaan ini, Koordinator Lembaga Survei Indonesia Sumatera Utara Elfenda Ananda menyatakan hasil perhitungan cepat yang mereka lakukan sudah benar dan valid. Sample quick count ini, kata Elfenda, sebanding dengan sekitar 75.695 suara sah, dan diperkirakan margin of error pada quick count ini sekitar 1 persen pada tingkat kepecayaan 99 persen.
"Itu hasil penghitungan yang akurat," kata Elfenda Ananda kepada detikcom di Hotel Antares, Jl. Sisingamangaraja Medan.
Denny JA selaku Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia juga mengklaim keakuratan yang sama. Dari 350 TPS yang menjadi sampel, data sampel yang masuk sebanyak 99.71 persen dan itu mewakili sampel.
"Kita sudah melakukan penghitungan cepat dalam beberapa Pilkada, dan hasilnya tidak berbeda dengan hasil penghitungan yang dilakukan KPU," kata Denny kepada detikcom di Hotel Grand Angkasa, Jl. Perintis Kemerdekaan Medan.
Denny mempersilakan untuk membandingkan hasil penghitunan cepat mereka dengan hasil penghitungan yang dilakukan KPU Sumut nanti yang akan dilaksanakan 25 April mendatang. Yang pasti kedua lembaga menggunakan metode yang sama, dan mengambil sampel dengan jumlahnya 350 TPS di seluruh Sumatera Utara. (rul/mly)











































