Demikian dicetuskan Gustao Salsinha, tangan kanan Alfredo Reinado yang tewas dalam serangan di rumah Horta di Dili.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Australia, SBS, Salsinha mengatakan, mereka tidak diperintah untuk membunuh siapapun pada Februari tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia tak ada instruksi khusus bahwa kami akan membunuh seseorang atau mengangkat senjata atau hal-hal seperti itu," kata Salsinha seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Rabu (16/4/2008).
"Dia cuma bilang, saya akan pergi ke Dili untuk menemui para pemimpin, PM dan Presiden,' ujar Salsinha.
Salsinha dikirimkan ke rumah Xanana sedangkan tentara pemberontak lainnya, yang punya nama samaran Teboko dikirimkan ke rumah Horta.
Kepada SBS, Teboko menuturkan, mereka datang ke sana untuk mengadakan pertemuan dengan Horta. Menurutnya, Reinado mengucapkan salam kepada para pengawal Horta saat dia tiba di kediaman Horta. "Tenang, kami cuma ingin bicara dengan presiden," kata Teboko mengutip ucapan Reinado saat itu.
Menurut Teboko, pengawal Horta duluan menembak sehingga menewaskan Reinado dan seorang pemberontak lainnya. Setelah itu mereka pun balas menembak sebagai upaya menyelamatkan diri dan kabur.
Salsinha mengatakan, dirinya berniat menyerahkan diri ke pihak berwajib setelah Horta kembali ke Timor Leste usai menjalani perawatan medis di Australia akibat luka-luka tembakan yang dialaminya dalam insiden itu. (ita/nrl)











































