Kalla: Pelaksanaan Syariah Tidak Jadi Soal

Kalla: Pelaksanaan Syariah Tidak Jadi Soal

- detikNews
Rabu, 16 Apr 2008 14:09 WIB
Jakarta - Rencana penerapan syariah di Indonesia kerap menjadi kontroversi. Padahal, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai penerapan syariah tidak jadi soal.

"Jadi pelaksanaan syariah di Indonesia ini tidak jadi soal. Tidak ada satu pun yg bisa menghalangi pelaksanaan syariah," kata Kalla.

Hal itu disampaikan Kalla saat membuka Semiloka dan Kongres Mahasiswa Syariah di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (16/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalla mengatakan, sebenarnya, syariah telah dijalankan sejak lahir. Semua orang punya hak untuk menjalankan nilai-nilai syariah.

"Kita semua mempunyai keabsahan, hak dan tidak ada satu pun yang di antara kita apakah itu hukum, pejabat, atau apa pun di antara kita yang dapat mencegah kita melaksanakan akidah," kata Kalla.

"Begitu juga tempat ibadah, ada tidak di antara kita, yang terhalangi ibadahnya. Mau salat, mau puasa 24 jam silakan, mau puasa Senin Kamis, silahkan. Mau naik haji yang susah, silahkan. Tidak ada satu pun yang menghalangi," lanjutnya.

Kalla kemudian menceritakan pertemuan dengan masyarakat non Islam. "Waktu itu ada pertanyaan, Pak Wapres kalau menang pemilu, mau menjalankan syariah Islam tidak. Saya bilang, saya melaksanakan syariah Islam dari lahir sampai Insya Allah meninggal," ujarnya.

Meski begitu, Kalla mengakui ada kelompok keras yang menginginkan syariah Islam diterapkan di Indonesia. Mereka meminta Kalla melaksanakan syariah.

"Saya bilang, saya rasa saya tersinggung dengan anda. Coba tunjukkan syariah Islam mana yang tidak saja jalankan. Coba tunjukkan sekarang. Satu saja," katanya.

"Akhirnya lari pada persoalan yang sama yaitu pertama potong tangan, kita lihat saja. Kenapa Islam mengatakan kenapa orang mencuri itu potong tangan. Saya bilang kepada teman yang muslim semua, potong tangan itu zaman dulu karena zaman dulu hukum Islam itu cash and carry, langsung. Dia berbuat langsung hukum. Kenapa, karena tidak ada penjara pada jaman dulu," tandasnya. (ken/fay)


Berita Terkait