"Ini menunjukan ketidakdewasaan politik. Mengapa menggunakan langkah-langkah itu? Secara etika itu tidak proper," kata Sekjen PDIP Pramono Anung di sela-sela peluncuran buku Sukardi Rinakit 'Tuhan Tidak Tidur' di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Rabu (16/4/2008).
Menurut pria yang akrab disapa Pram ini, perbedaan pendapat dan pilihan oposisi adalah hal yang wajar, karena itu tidak selayaknya perbedaan sikap politik dan opisisi disikapi berlebihan, keluar dari etika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian Pram mengaku PDIP tidak akan melakukan somasi atau melayangkan gugatan apa pun, sebab mereka telah menilai dan menimbang mana yang pantas atau tidak untuk dilakukan.
"Kita tidak akan melakukan somasi atau meribut-ributkan. Biar masyarakat yang menilai apakah yang seperti itu pantas atau tidak. Masyarakat sudah dewasa," tandasnya.
Pengelola Buletin 9949 sendiri telah menghentikan distribusi buletin itu menyusul masuknya sejumlah protes.
(ndr/nrl)










































