Remaja putra itu menghubungi nomor layanan darurat 000 dan melapor ada bom di sekolahnya di Northern Terrirory, Australia. Demikian seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Rabu (16/4/2008).
Murid SMP berusia 14 tahun itu sengaja mengarang cerita soal bom itu supaya seluruh siswa dievakuasi dari sekolah. Dengan begitu, mata pelajaran ilmu sains yang tidak disukainya tidak bisa terlaksana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebohongan remaja tersebut akhirnya terbongkar setelah seorang guru mengenali suaranya dalam rekaman yang diperdengarkan polisi. Remaja itu pun ditangkap. Ketika ditanya kenapa dia melakukan kebohongan itu, pelaku berujar bahwa dirinya cuma bercanda.
Akibat perbuatannya, pelaku dikeluarkan dari sekolahnya.
(ita/nrl)











































