Sebelum pidato dan kritik terhadap buku karya Sukardi yang juga Direktur Sugeng Sarjadi Syndicate (SSS) itu dimulai, Franky Sahilatua terlebih dulu didaulat bernyanyi. Franky lalu melantunkan lagu 'Aku Butuh Presiden Baru' dan 'Gending Kraton Yogya' yang isinya mengharapkan pemimpin baru Indonesia berasal dari Kraton Yogyakarta.
"Gending Kraton Yogya, nyanyian bumi merajut hati yang luka dan merusak wajah-wajah," nyanyi Franky dalam acara yang berlangsung di Hotel Four Seasons, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (16/4/2008).
Usai bernyanyi, pendiri SSS, Sugeng Sarjadi, memberi sambutan yang juga menyentil Sultan HB X. Sugeng menyebut Sultan sebagai 'the most popular candidate' saat memberi salam.
"Pada Sultan yang hadir, beliau adalah the most popular -quote unquote- candidate," kata Sugeng yang sontak disambut tepuk tangan hadirin.
Selain Sultan, juga hadir Rosihan Anwar, mantan Mensesneg Moerdiono, ekonom Sjahrir, Rieke Dyah Pitaloka, Harun Al Rasyid, dan AS Hikam. Moderator acara ini adalah Ketua DPW PKB DKI Jakarta Moeslim Abdurrahman.
Moeslim Abdurrahman sendiri saat membuka acara juga menyinggung Sultan. "Ngarso Dalem ini diharapkan dari Sultan Yogya ke Sultan Nusantara," kata Moeslim.
Buku terbaru Sukardi ini menceritakan kegelisahannya akan kondisi masyarakat yang memburuk, sementara pemimpin semakin abai. Sukardi mengatakan, amanat rakyat pada pemimpin harus dijalankan, apalagi Tuhan tidak tidur.
"Buku ini hanya menjelaskan sesuatu yang sederhana bahwa jadi pemimpin jangan abai karena kalau sudah abai, harga-harga kebutuhan naik, sementara pemimpinnya hanya menikmati istana kekuasaannya, tunggu saja, Tuhan tidak tidur," kata Sukardi.
Bagaimana tanggapan Sultan HB X terhadap buku ini? "Buku Sukardi ini memberikan pencerahan dan inspirasi dalam setiap kita membaca," ujarnya. (aba/nrl)











































