dr Diana Ingin Jadi Istri Lebih dari Biasa untuk Hidayat

dr Diana Ingin Jadi Istri Lebih dari Biasa untuk Hidayat

- detikNews
Rabu, 16 Apr 2008 09:52 WIB
dr Diana Ingin Jadi Istri Lebih dari Biasa untuk Hidayat
Jakarta - Ketua MPR Hidayat Nurwahid memilih dr Diana sebagai calon pendamping hidupnya. "Saya harus menjadi istri lebih dari biasa,"  kata perempuan ayu ini.

Berikut petikan wawancara detikcom dengan Diana Abbas Thalib di kediamannya, Jl Kemang Selatan, Jakarta, Selasa (15/4/2008) siang:

Dulu waktu kecil cita-cita Ibu apa?


Waktu kecil saya tidak visioner, ayah saya seorang dokter dan saya membantu ayah.  Saat tamat SMA saya disarankan melanjutkan sekolah kedokteran jadi nggak terlalu sulit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena saya ingin balance dengan rumah tangga, saya ambil sekolah manajemen. Harapan saya dengan manajemen bisa membuat saya membagi waktu dengan keluarga.

Jika nanti menikah dengan Pak Hidayat, harus membesarkan 5 anak (Hidayat punya 4 anak, Diana 1 anak). Apa langkah-langkah Ibu?

Kita belum terlalu bicara ke sana. Kita punya visi yang sama. Kita ingin mengantarkan anak kita yang saleh dan membuat mereka bisa menjadi orang-orang yang bisa berbuat sesuatu yang berarti buat umat.

Komitmen saya, saat ini konsolidasi dulu di mana kami saling adaptasi. Baru bertahap ke aktivitas lain.

Apa yang berkesan dari Pak Hidayat?

Saat itu yang ada dalam benak saya perasaan apa saya mampu mendampingi beliau karena mengingat background dan posisi beliau. Ada keraguan di benak saya, karena melihat saya berkemauan keras insya Allah.

Di samping saya mendapatkan imam, saya bisa support dan mendapat kesempatan untuk berkontribusi.

Bagaimana tanggapan Ibu saat ta'aruf (perkenalan) dengan Pak Hidayat?

Ta'aruf sepertinya saya berpikir akan mengenal sosok yang menjadi panutan, beliau ketua MPR.

Saya bilang berkesempatan untuk berkenalan. Ekspektasi saya tidak terlalu tinggi, itu yang membuat saya berani untuk bertemu beliau.

Dengan pertemuan itu saya suprise dengan sosok Pak Hidayat yang sederhana, rendah hati, kemudian sabar, mungkin beda dengan karakter saya yang energik dan dinamis.

Di sana juga ada Ibu Yoyoh, kita bicara biasa saja  tapi secara tidak kami sadari, kami menggambarkan sedikit profil kami.

Sebelum ta'aruf kami sudah dapatkan data beliau. Saya membaca profil beliau dengan membaca internet dan koran.

Kalau ingat posisi, akhirnya semua bilang kita akan membantu. Kemudian saya diberikan waktu secara bertahap untuk beradaptasi dengan aktivitas dan lingkungan beliau.

Aktivitas Pak Hidayat apa membikin beban?

Saya pikir kalau kita tahu betul tentu sadar bahwa saya tidak bisa menjadi istri biasa-biasa saja untuk suami seperti beliau.

Saya harus menjadi istri lebih dari biasa, baik di samping mengurus anak-anaknya, kemudian kegiatan di kenegaraan dengan banyak aktivitas lain. Saya harus menjadi istri lebih dari biasa.

Kalau Pak Hidayat menjadi presiden persiapan Ibu bagaimana?

Saya berpikir untuk ta'aruf semata-mata ingin membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah, itu yang utama. Saya tidak berpikir yang terlalu jauh.

Namun saya tidak bisa memungkiri karena kondisi yang dijalani beliau. Apa pun perjalanan hidup suami saya, baik suka maupun duka akan saya dampingi. Saya akan support apa pun bentuknya.

Apa tanggapan Ibu tentang publikasi istri pejabat publik?

Tidak semua pejabat publik diekspos. Lebih baik mengekspos suaminya.

Jadi, istri politisi nggak usah dipublikasikan?

He-eh, saya pikir kembali pada core. Kalau politisi, politisinya. Tugas istri kan tidak menjadi politisi, tapi mensupport suaminya. Apa pun kegiatan suaminya, tugas istri mensupport.

Saya belum bicara sejauh itu karena kami belum menjadi suami istri. Dalam nikah baru kami akan saling mengenal. Seberapa kontribusi saya, seberapa yang diinginkan suami saya.

Ibu pribadi nggak ingin dipublikasikan?

Kalau saya sih cenderung yang tidak suka tampil, tapi suka berkarya.

Kalau difoto bagaimana?

Saya nggak terlalu suka foto. Di HP saya tidak ada gambar apa pun.

Nggak ada foto?

Nggak ada, aman kalau hilang. Nggak ada data apa-apa. Saya nggak gitu suka, sebetulnya suka melihat tapi saya tidak tipe yang punya banyak waktu. Saya fokus ta'aruf keluarga dan persiapan pernikahan.


(mly/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait