Berikut kisah Diana Abbas Thalib, dokter cantik yang dilamar Hidayat pada Senin (14/4/) malam lalu. Diana ditemui detikcom di rumahnya yang asri di kawasan elit Jl Kemang Selatan IV, Jakarta Selatan, Selasa (15/4/2008) siang kemarin.
Bagaimana proses perkenalan dengan Pak Hidayat?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siapa, Bu?
Ibu Yoyoh.
Kapan?
Belum lama ya, kira-kira 3 minggu lalu.
Kami berta'aruf itu bertemu besama beberapa teman. Mungkin 2-3 kali ketemu, pertemuan keluarga, sampai ke acara lamaran.
Hampir mirip film Ayat-ayat Cinta itu ya?
(Tokoh pria) Ayat-ayat Cinta-nya bukan ketua MPR. Jadi lebih enak, lebih simpel.
Apa ta'aruf Ketua MPR lebih rumit?
Iyalah. Tapi saya sih berpikir lebih sederhana saja, mengenal beliau secara pribadi. Tidak melihat beban yang lain. Tapi mau nggak mau, itu menjadi satu kesatuan, itu satu paket. Saya harus beradaptasi.
Ibu mengenal Pak Hidayat dan akan menikah pada 10 Mei, persiapannya gimana? apa sudah mantap, kan ada anak-anak?
Pertama kali kita berta'aruf, kita memperkenalkan diri masing-masing. Walaupun kami punya background yang sedikit berbeda, tapi kami punya tujuan hidup yang sama.
Visi hidup kami sama. Dan setelah merasa match, kami ketemu anak
masing-masing. Saya ketemu dengan anak beliau, dan alhamdulillah mereka butuh figur ibu. Insya Allah saya bisa berikan itu.
Dan anak saya butuhkan kasih sayang dan perlindungan ayah dan Pak Hidayat juga insya Allah bisa menganggap anak saya sebagai anaknya sendiri.
Dan ketiga kami berta'aruf dengan orangtua dan mereka mensupport dan merestui, barulah kami sampai di-khitbah (lamaran). Insya Allah akan dilanjutkan dengan akad nikah pada Mei.
Sebelum diperkenalkan Ibu sudah sempat baca profil Pak Hidayat?
Saya sih sering dengar nama besar beliau. Namun tidak terpikir sama sekali, bahkan ada keraguan mampu nggak saya mendampinginya mengingat image dan kharisma beliau cukup tinggi.
Namun beliau men-support dan banyak teman-teman yang membantu supaya proses adaptasinya berjalan.
(mly/nrl)











































