"Diduga kuat, si bocah sengaja ditembak karena sebelumnya si anak rewel minta uang jajan Rp 1.000 ke bapaknya," kata Kanit Reskrim Polsek Porong Aiptu Suhadak di kamar mayat RS dr Sutomo, Jl Prof Dr Moestopo, Surabaya, Rabu (16/4/2008).
Berdasarkan pengakuan Maarif yang kini berstatus tersangka, pada Selasa 15 April sekitar pukul 18.00 WIB, dirinya tiba di rumahnya, Dusun Kebon Agung RT 19 RW 04 Porong, setelah nembak burung bersama rekannya. Saat itu, Aditya rewel karena meminta uang jajan Rp 1.000 ke ayahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia mengaku saat itu tidak memperdulikan anaknya dan sedang memperbaiki lampu di ruang tamu. Dan tiba-tiba terdengar suara letusan," jelas Suhadak.
Namun, polisi tidak mengamini begitu saja pengakuan Maarif ini. Karena kondisi keluarga Maarif dan Luciana (27) saat itu juga tengah bermasalah setelah Maarif dipecat sejak 6 bulan lalu.
"Kalau tidak disengaja, kecil kemungkinan pelurunya kena dada si anak," tutur Suhadak.
Aditya pun langsung dilarikan ke RS Bayangkara. Aditya pun menghembuskan nafas terakhirnya saat perjalanan ke RS Bayangkara.
Saat ini, korban sedang diotopsi di kamar mayat RSU rd Sutomo. Rencanaya, Aditya akan langsung dibawa pulang untuk langsung dimakamkan.
Sedangkan nasib Maarif saat ini masih berurusan dengan pihak berwajib. Sementara Luciana menunggu di rumahnya dan mengalami syok.
(ary/fiq)










































