Kawasan Haji Berbenah, Ulama Pertanyakan Keabsahan Haji

Kawasan Haji Berbenah, Ulama Pertanyakan Keabsahan Haji

- detikNews
Selasa, 15 Apr 2008 17:29 WIB
Jakarta - Kawasan pelaksanaan haji di Arab Saudi berbenah. Ulama khawatir hal itu mengakibatkan ibadah haji tidak sah, karena tata cara haji sudah tidak sesuai dengan Al Quran dan sunah.

Pembahasan mengenai hal tersebut dilakukan di Ponpes Edi Mancoro, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (15/4/2008). KH Mustofa Bisri atau Gus Mus dan beberapa kiai serta perwakilan KBIH hadir dalam acara itu.

Para peserta mempertanyakan kabar pemindahan tempat sai (berlari-lari kecil antara bukit Sofah dan Marwah), perubahan bentuk jamarat (tempat melempar batu jumrah) dari tembok menjadi lobang, dan bentuk asli dari Sofah dan Marwah (apakah gunung, bukit, atau pegunungan).

Gus Mus yang didaulat menjadi salah satu pembicara mengatakan, dalam pertemuan itu, akhirnya disepakati untuk meminta pemerintah melalui Depag menanyakan soal jadwal haji, kejelasan informasi perluasan sai dan tuntuan agar jamaan asal Indonesia mendapat prioritas pelayanan.

"Beberapa haji kabarnya tidak boleh melakukan sai di tempat baru. Di tempat lama, juga tidak boleh. Lalu bagaimana?" ungkap Gus Mus.

Mengenai prioritas pelayanan, Gus Mus menjelaskan, Indonesia adalah penyumbang jamaah haji terbesar yang memiliki tubuh relatif mungil. "Kalau bisa ya kita ditempatkan di kawasan yang dekat dengan jamarat atau tempat ibadah lain," tambahnya.

Pengasuh Ponpes Edi Mancoro, KH Machfudz Ridwan, berharap pertemuan itu bisa berlanjut. Pasalnya, haji merupakan ibadah yang dilakukan secara global. Hasil pertemuan itu dikirimkan ke Depag dan diteruskan ke pemerintah Arab Saudi. (try/djo)


Berita Terkait