Dalam persidangan di pengadilan, sejumlah tersangka pelaku kekerasan mengaku dibaiat sebagai anggota JI oleh Abdurrachim di Ngruki. Tentang hal tersebut hingga saat ini ada pembuktian. Namun pihak Ngruki dengan tegas membantah jika disebut memiliki keterlibatan dengan kegiatan itu.
"Kami tidak pernah terlibat dengan acara-acara seperti itu, tapi kami tidak tahu kalau itu dilakukan orang-orang yang saat itu berada di Ngruki tapi di luar kegiatan yang diselenggarakan pesantren," ujar mantan Direktrur Al-Mukmin, Farid Ma'ruf, Selasa (15/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka (TNI) tidak bisa menunjukkan bukti-bukti kegiatan garus keras itu yang seperti apa. Pokoknya hanya meminta Rachim dikeluarkan. Kami ya tidak mau karena tidak ada bukti. Rachim tetap kami pertahankan meskipun akhirnya dia kami keluarkan juga tapi karena alasan indisplioner atau makar," lanjutnya.
Farid hanya menegaskan bahwa Abdurrachim adalah seorang yang cerdas, santun, lembut namun keras dalam memegang prinsip. Ketika dikonfirmasi tentang adanya informasi bahwa Abdurrachim adalah orang kepercayaan Abdullah Sungkar, Farid tidak berani memastikan.
"Rachim memang cerdas, lembut dan tidak meledak-ledak. Namun dia adalah orang yang sangat tegas dan keras memegang prinsip. Mungkin karena itulah Ustadz Abdullah Sungkar percaya padanya. Namun saya kurang tahu apakah Rachim ini orang yang paling dipercaya atau bukan," ujarnya.
"Yang pasti dengan kecerdasannya itu Rachim memiliki kemampuan meyakinkan orang, namun dia bukan termasuk orator. Dia tidak punya kemampuan pidato seperti almarhum Abdullah Sungkar. Cara Rachim meyakinkan orang adalah dengan pendekatan personal," lanjut Farid. (mbr/djo)











































