"Saat ini kita sudah petakan supply and demand TKI," ujar Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat usai meninjau KJRI di Tawau, Malaysia, Selasa (15/4/2008).
Untuk data supply, Jumhur menjelaskan pihaknya bekerjasama dengan Depdiknas untuk mendata seluruh lulusan sekolah di Indonesia mulai dari SMP hingga akademi dan Perguruan Tinggi. Data ini kemudian akan disimpan sebagai databank, jika suatu saat ada permintaan tenaga kerja di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk demand atau permintaan pasar, pihak BNP2TKI kini getol melanglang buana keliling dunia untuk mencari pasar bagi tenaga kerja asal Indonesia.
"Pembangunan di semenanjung Malaysia saja akan membutuhkan TKI hingga 500 ribu orang," ungkapnya.
Dengan pemetaan sistem yang diharapkan selesai tahun ini, pihak BNP2TKI berharap tidak ada lagi TKI yang menjadi korban akibat calo dan penempatan yang tidak sesuai. "Tidak akan ada lagi sistem penempatan by accident, tetapi penempatan by design," pungkasnya.
(rdf/ana)










































