Maiyasyak bersama kedua temannya datang tanpa meninggalkan kartu pengenal di resepsionis KPK di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/4/2008) pukul 14.00 WIB.
Apakah Maiyasyak datang terkait penahanan koleganya Al Amin Nasution? "Pokoknya nanti tenang saja. Saya kan bicara setelah bertemu dengan Pak Antasari," ujar Maiyasyak.
Maiyasyak dan kedua temannya lalu masuk ke lobi KPK. Di lobi KPK, mereka menolak menitipkan tanda pengenal. "Tidak perlu. Bilang ke Pak Antasari ada Johan," kata Maiyasyak yang berbadan gemuk, tinggi, dan berkumis ini.
Resepsionis KPK pun mengalah. Mereka lalu disuruh masuk ke ruang tunggu sambil salah satu personel pengamanan mengkonfirmasi ke Antasari.
Setelah menunggu 2 menit, akhirnya mereka boleh masuk menuju bagian dalam ruang KPK. Bagian dalam ruang KPK itu merupakan tempat lift yang akan mengantar mereka ke ruangan Antasari. Jika mau ke ruangan lift, ada pintu kaca yang dijaga pamdal.
Salah satu pamdal lalu membuka pintu. Namun tanpa alasan jelas pamdal itu malah disemprot oleh Maiyasyak dengan ucapan. "Jangan buat KPK seperti asrama tentara ya," cetus Maiyasyak.
Selain semprotan, Maiyasyak juga menarik kartu identitas pamdal tersebut "Nanti saya copot," kata Maiyasyak dengan sinis.
Lalu mereka pun naik lift. Lima menit kemudian, datanglah ketua FPPP Lukman Hakim Saefuddin. Lukman juga menolak menjelaskan maksud kedatangannya. "Nanti," kata Lukman.
Tidak seperti 3 temannya, Lukman mengikuti prosedur KPK dengan menitipkan kartu identitas ke resepsionis KPK.
(nik/aba)











































