Dor! 2 Garong Geng Surabaya Ditembak di Cipulir

Dor! 2 Garong Geng Surabaya Ditembak di Cipulir

- detikNews
Selasa, 15 Apr 2008 14:53 WIB
Jakarta - Aksi 2 garong ini memang nekat. Sudah tertangkap melarikan diri pula. Akibatnya, mereka disasar tembakan polisi. Dorr! Dorr!

2 Garong itu, Putra Hernowo (23) dan Nuki Harwoyo (24) berdarah-darah di betis kiri dan kanannya. Pantauan detikcom, 2 orang yang terluka itu digelandang ke Polsek Pesanggrahan, Jalan Bintaro Utama 1, Jakarta Selatan, Selasa (15/4/2008).

Terlihat muka mereka juga lebam karena baru saja dihajar massa. Mereka adalah 2 orang dari 4 orang garong geng Surabaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya 4 orang itu melakukan aksi dengan naik angkot Mikrolet 01 jurusan Ciledug - Tanah Kusir di depan Pasar Cipulir.

Mereka mendekati pedagang kain Iwes. Setelah melewati lampu merah, mereka pun satu per satu turun. Namun betapa kagetnya Iwes saat tahu 4 orang itu mengambil dagangan kain yang baru dibelinya di atap Mikrolet itu. Iwes langsung meminta sopir untuk berhenti.

"Karena sopir tidak mau berhenti juga, saya tonjok dan akhirnya dia pun berhenti. Saya mengejar barang dagangan saya senilai Rp 7,5 juta," tutur Iwes kepada detikcom.

Iwes pun meneriaki keempatnya. "Maling! Maling! Rampok! Rampok!" teriak pria itu.

2 Orang garong Putra Hernowo (23) dan Nuki Harwoyo (24) berhasil tertangkap dan digebuki massa hingga babak belur. Dua orang lainnya berhasil kabur.

Sekitar pukul 09.00 WIB polisi meminta Putra dan Nuki menunjukkan 2 temannya. Ketika akan menunjukkan, keduanya mencoba kabur.

Tembakan peringatan yang diarahkan polisi ke atas pun tak dihiraukan. Polisi menembak betis mereka. Dorr! Dorr!

"Ini merupakan kali kedua mereka beraksi di tempat yang sama," kata Kapolsek Pesanggrahan Kompol Parulian Sinaga.

Ketika ditanya, kedua tersangka tersebut mengaku melakukan ini karena terdesak. Sehari-hari Putra mengamen di bus dan Nuki bekerja sebagai buruh bangunan di HR Rasuna Said, Kuningan.

"Kapok kalau sampai ditembak kaya gini," kata Nuki dengan muka pucat karena kesakitan.

Kini keduanya dilarikan ke RS Polri Sukanto, Cililitan, Jakarta Timur untuk diambil timah panas yang bersarang di kaki mereka. (nwk/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads