Hidayat Ditawari Pendamping Sehari Setelah Istrinya Wafat

Hidayat Ditawari Pendamping Sehari Setelah Istrinya Wafat

- detikNews
Selasa, 15 Apr 2008 13:45 WIB
Hidayat Ditawari Pendamping Sehari Setelah Istrinya Wafat
Jakarta - Berbeda dengan kaum wanita, kaum pria tidak memerlukan masa iddah (masa menunggu). Karena itulah Hidayat Nurwahid telah mendapat tawaran pendamping baru sehari setelah istrinya meninggal dunia pada 22 Januari 2008.

Berikut petikan wawancara mantan Presiden PKS ini di kantornya di lantai 9 usai menerima panitia peringatan 100 tahun M Natsir di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/4/2008). Tanya jawab ini berkaitan dengan rencana pernikahan kedua Hidayat dengan dr Diana Abbas Thalib.

Pak, bisa berbagi mengenai kabar gembira yang baru terjadi semalam?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi intinya ini sekalian undangan bagi rekan-rekan wartawan. Insya Allah nanti pada tangal 10 Mei tempatnya di Jakarta. Persisnya kami akan pastikan. Ini karena mungkin bagi rekan-rekan wartawan ingin sejenak melepas lelah.

Pak, kita dikasih undangan nggak?

Insya Allah nggak perlu pakai undangan, rekan-rekan wartawan sudah mengumumkan.

Jadi benar akan segara menikah?

Prinsipnya memang demikian, jadi itu bukan gosip. Bukan sesuatu yang harus dicek dan ricek. Itu memang suatu fakta yang terjadi kemarin malam. Tentu itu sesuatu yang sengaja dilakukan. Bukan karena iseng apalagi tidak sengaja atau dipaksa orang. Itu memang sesuatu yang secara sadar dilakukan. Karena beberapa hal.

Yang pertama, tentu sebagai orang Indonesia yang beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, agama kita mengajarkan untuk melengkapkan ajaran agama. Dalam agama Islam, yang namanya melengkapkan ajaran agama itu kalau berkeluarga. Itu yang pertama.

Yang kedua, tentu saya punya anak dan anak itu perlu banyak orang. Saya juga merasakan pentingnya ada seorang ibu yang mengelolanya, menyentuhnya, dan membimbingnya serta mendidik anak-anak.

Dan nomor tiga, dalam ajaran Islam, ada ajaran bahwa kalau wanita itu setelah ditinggal mati suaminya ada masa iddahnya. Kalau laki-laki kan nggak ada. Ya wajar saja kalau sejak hari pertama (istri meninggal) ya diusulkan calon dan macam-macam. Ini sebetulnya diajukan atau diperkenalkan.

Saya diperkenalan oleh Ibu Yoyoh Yusroh, anggota DPR dari PKS. Beliau kawan saya sejak lama. Sama-sama mendirikan Partai Keadilan, Partai Keadilan Sejahtera. Dan sama-sama aktif dalam lembaga dakwah kampus serta majelis taklim.

Karenanya saya tentu sangat percaya dengan beliau. Dan beliau dokter Diana ini murid ngajinya Ibu Yoyoh Yusroh. Beliau (Yoyoh) kenal saya. Bu Diana itu murid beliau. Tentu bukan karena tidak enak untuk menolak. Tidak, tapi karena beliau mengenal kami dengan baik dan kenal beliau (Diana) dengan baik.

Dan karenanya beliau (Yoyoh) memperkenalkan kami dan kami saling mempercayai. Komitmen besar kita sama untuk menghadirkan dan membentuk keluarga yang sakinah.

Sebelumnya Bapak sudah kenal dengan dr Diana?

Belum, belum kenal baru satu bulan ini.

Kok mau dijodohkan?

Ya kalau yang menjodohkan itu orang yang baik, kawan kita yang sangat lama dan murid beliau (Yoyoh), Anda pun juga pasti mau kalau dijodohkan.

(Jawaban ini sontak saja membuat wartawan tertawa.Wartawan kemudian memberikan ucapan selamat).

Ya Insya Allah terima kasih mudah-mudahan semua lancar. Para wartawan yang muda-muda ini segera saja menikah. Tapi kalau sudah punya jangan nambah lagi ya.
(nik/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads