Trem ini beroperasi setiap hari, bahkan di hari Minggu dan libur nasional. Trem beroperasi dari pukul 07.00 sampai 24.00, dengan keberangkatan per 10 sampai 15 menit rata-rata.
Terminal Bawah sarana transportasi yang bernama the Peak Tram ini terletak di seberang Konsulat Jenderal Amerika Serikat. Dari luar, Anda tak menyadari bahwa bangunan seperti mal itu adalah terminal trem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bisa duduk di sebelah kanan," pesan E Ling, pemandu wisata yang mendampingi sejumlah wartawan dari Indonesia dan tim Telkomsel yang berkunjung ke Hong Kong, Minggu (13/4/2008) lalu itu.
Pesan E Ling itu ternyata benar. Di sisi kiri trem yang menanjak sampai 27 derajat menyusuri lereng Victoria Peak itu hanya terlihat tebing. Pemandangan luar biasa terpampang di sebelah kanan trem yang hanya terdiri dari 2 gerbong itu.
Sayang cuaca tak mendukung saat detikcom berkunjung itu. Kabut tebal menutupi pemandangan, namun beberapa kali tampak pemandangan teluk Victoria yang menghadap Samudera Pasifik. Gedung-gedung pencakar langit menjulang seperti berusaha menyaingi Victoria Peak.
"Hong Kong itu kan subtropis. Ketika musim panas yang sangat menyengat, dulu warga Hong Kong berwisata ke the Peak ini. Kalau dulu berjalan kaki, sekarang tinggal naik trem," kata E Ling.
Seperti disebutkan dalam situs thepeak.com, jalur trem ini sudah beroperasi sejak 1888. Jika dulu dengan sistem manual yang kuno, maka mulai Agustus 1989, trem beroperasi dengan sistem yang terkomputerisasi dan tingkat keamanan tinggi.
Hanya dalam hitungan menit, trem telah membawa kami menuju Terminal Atas yang berada di ketinggian 397 meter di atas permukaan laut. Dan sekali lagi, jangan bayangkan terminal trem seperti laiknya stasiun kereta. Tunggu ceritanya pada tulisan berikutnya. (aba/nrl)











































