Perempuan Golkar Minta Peran ke JK

Perempuan Golkar Minta Peran ke JK

- detikNews
Selasa, 15 Apr 2008 12:31 WIB
Jakarta - Peran perempuan di parlemen dan partai dinilai masih relatif sedikit. Organisasi perempuan terbesar binaan Partai Golkar, Pengajian Al-Hidayah pun menuntut peran dan keterlibatan lebih dalam kebijakan partai dan parlemen.

"Kami meminta Golkar memback-up penuh kami, baik dalam peran dan aktivitas politik maupun sosial," kata Ketua Bidang Ketenagakerjaan DPP Al-Hidayah Harbiyah Shalahuddin.

Hal ini disampaikan dia saat bertemu Ketua Umum Partai Golkar yang juga Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (15/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Al-Hidayah mengklaim memiliki 32 cabang di Indonesia yang terdiri dari 10 ribu Majelis Ta'lim, dengan total anggota mencapai 7,5 juta.

"Secara aspirasi, kami adalah bagian Partai Golkar, maka kami meminta peran dan keterlibatan kami di Partai dan parlemen ditingkatkan besaran keterwakilannya," ujar Harbiyah.

Menurut dia, sejauh ini, peran perempuan di DPP Golkar baru 13 persen. Sedangkan keterwakilan perempuan di parlemen dari Fraksi Golkar baru sebesar 14 persen.

"Kami yakin, kalau perempuan tidak banyak dilibatkan tidak ada yang memperjuangkan hak-hak perempuan," kata dia.

Bagaimana tanggapan Kalla, menurut Wakil Sekretris Jenderal Al-Hidayah, Ratu Dian, tuntutan itu akan dibahas ditingkat partai. Selebihnya, Kalla meminta Al-Hidayah membantu pemerintah dalam meningkatkan peran sosial dimasyarakat.

Selain itu, kehadiran pengurus organisasi yang diketuai adik kandung Gus Dur Aisyah Hamid Baidlowi ini untuk menyampaikan undangan kepada Kalla untuk membuka Rapat Kerja Nasional Pengajian Al-Hidayah yang ke-32 pada 23 Juni 2008 nanti.

(ken/ana)


Berita Terkait