Anak Jalanan di Sumsel Capai 5.088

Anak Jalanan di Sumsel Capai 5.088

- detikNews
Selasa, 15 Apr 2008 10:15 WIB
Palembang - Anak jalanan di Sumatera Selatan mencapai 5.088 orang. Jumlah tersebut tersebar di 15 kabupaten dan kota.

Di Palembang anak jalanan sendiri berjumlah 3.690 anak. Meningkatnya jumlah anak jalanan ini sebagai dampak pembangunan yang tidak berpihak dengan rakyat.
 
"Jumlah itu yang terdata, tapi banyak juga anak jalanan yang lintas daerah. Hari ini di Palembang, besok mungkin sudah di Lampung atau Jakarta," kata Rina Bakrie, ketua Yayasan Puspa Indonesia, di kantornya, Jalan Radial Palembang, melalui telepon kepada detikcom, Selasa (15/04/2008) pagi.
 
Menurut Rina, anak jalanan tidak dapat dihapus selama kemiskinan terus melanda Indonesia. "Mereka itu korban dari pembangunan yang diterapkan pemerintah yang tidak memikirkan rakyat, sehingga melahirkan banyak keluarga miskin. Di kota banyak orangtua kehilangan pekerjaan, di desa banyak petani kehilangan lahan. Mereka lahir dari kondisi itu," kata Rina yang bersama organisasinya mendampingi anak jalanan selama 20 tahun.

Pernyataan Rina itu mengomentari pernyataan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mahyuddin yang mengatakan anak jalanan di Sumatera Selatan mencapai 5.088 anak, saat bertemu dengan Tim Komisi VIII DPRD-RI di Palembang, di kantor Pemerintah Sumatra Selatan, Jalan Kapten A. Rivai Palembang, Senin (14/04/2008) kemarin.
 
Dijelaskan Mahyuddin, dari jumlah itu, baru 4.105 anak jalanan yang dibina oleh 107 panti. Yakni di Palembang mencapai 2.100 anak, Ogan Komering Ilir 340 anak, Banyuasin 325 anak, serta beberapa kabuapten dan kota lainnya rata-rata kurang dari 200 anak. Sedangkan di Pagaralam hanya 30 anak jalanan yang dibina.
 
Pemerintah memberikan bantuan terhadap mereka, yang anggarannya diambil APBD seperti tahun 2007, sebesar Rp 1,082 miliar buat bahan makanan, kegiatan pelayanan dan perlindungan kesejahteran sosial sebesar Rp 2,650 miliar, serta anggaran pembinaan dan rehabilitasi anak jalanan yang dibantu dari APBN tahun 2007 sebesar Rp 1,8 miliar. (tw/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads