"Siapa yang akan dimajukan sebagai capres dan cawapres, itu tergantung komitmen politik pimpinan partai. Juga bisa tergantung perolehan suara dalam pemilu. Yang suaranya lebih besar yang tokohnya dicalonkan jadi capres," ujar Direktur Indobarometer M Qodari dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (14/4/2008).
Menurut Qodari, yang lebih penting adalah tokoh yang akan dimajukan. Siapakah tokoh dari kedua partai itu yang lebih banyak mendapat perhatian positif dari masyarakat. Apalagi kepopuleran figur dua partai itu harus bersaing dengan figur-figur dari partai lain seperti Megawati, Gus Dur, maupun Akbar Tandjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini adalah musim pancaroba. Di mana banyak tokoh lama kehilangan simpati publik, namun tokoh baru belum terlalu muncul. "Saat seperti ini yang diuntungkan adalah tokoh lama karena lebih dikenal. Tapi kalau yang muda bisa meng-create momentum, bukan tidak mungkin bisa mengalahkan yang tua," tutur pria berkacamata ini.
Menurut dia, tokoh dari PAN yang bisa dimajukan sebagai capres atau cawapres adalah Amien Rais, Soetrisno Bachir, dan Didik J Rachbini. Sedangkan calon dari PKS adalah Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring, dan Anis Matta. (nvt/nrl)











































