Saat Kedekatan Jadi Karpet Merah

Rekrutmen Jabatan Publik

Saat Kedekatan Jadi Karpet Merah

- detikNews
Selasa, 15 Apr 2008 08:23 WIB
Jakarta - Dekat dengan pejabat publik kerap berimbas pada lahirnya hak-hak istimewa pada yang bersangkutan. Kedekatan dengan pejabat publik pun ibarat berjalan di atas karpet merah.

Seperti saat perekrutan jaksa maupun calon pegawai negeri sipil. Pengamat hukum Zaenal Arifin Mochtar menilai, perekrutannya masih saja diwarnai nepotisme dan korupsi. Karena itu, sistem ini harus segera dibenahi.

Kursi jabatan publik yang seharusnya dikompetisikan malah sering terlihat sebagai bagi-bagi jatah atau sesuatu yang diwariskan. Alhasil pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme tak ubahnya slogan belaka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sistem perekrutan untuk menduduki jabatan publik masih buruk. Like or dislike masih kental, dan kekuatan uang masih terasa. Lulusnya seseorang masih tergantung pada bendera yang menyertai," kata Zaenal dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (14/4/2008).

Untuk menjadi pejabat publik, lanjut pengajar Fakultas Hukum UGM itu, sering kali hubungan guru dan murid diterapkan. Padahal sistem ini semestinya hanya berlaku di bangku pendidikan.

"Artinya penilaian dari satu orang bisa membuat orang lain dipromosikan atau terpilih menduduki jabatan tertentu, bukan karena dipilih secara demokratis, di mana setiap orang punya peluang yang sama," tuturnya.

Dulu, sudah menjadi rahasia umum, titip menitip orang di suatu instansi adalah hal yang lumrah. Namun hal itu ternyata masih terjadi hingga saat ini. "Jangan katakan ini sebagai budaya, karena kita bisa jadi permisif karenanya," cetus Zaenal. (nvt/nrl)



Berita Terkait