Jika tidak? Pembaca akan bingung. PKB yang mana? Kasus penulisan PKB yang membuat repot wartawan ini terulang lagi menjelang Pemilu 2009. Bila dulu ada PKB Alwi Shihab dan PKB Gus Dur, saat ini ada PKB Gus Dur dan PKB Muhaimin. Menariknya, dari masa ke masa, PKB Gus Dur selalu ada.
Konsekwensi menulis PKB bercabang ini sebagai konflik internal partai berlambang bola dunia yang dikelilingi bintang sembilan itu. Pecat memecat seakan menjadi budaya. Bahkan, Senin (14/4/2008) malam, kubu Muhaimin membalas kubu Gus Dur dengan memecat Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenni Gus Dur dari kursi Sekjen DPP PKB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seringnya PKB memiliki konflik internal ini memang tidak hanya merepotkan kalangan jurnalis. Tapi, juga Depkum dan HAM dan KPU. KPU dipastikan akan kesulitan membuat keputusan, sebab PKB kubu Gus Dur dan PKB kubu Muhaimin, sama-sama mendaftar sebagai peserta pemilu 2009 dengan nama parpol sama.
Yang jelas akan dibuat bingung adalah konstituennya. Sedikit banyak, mereka akan terbelah. Padahal, saat ini, sebagian kecil massa PKB juga telah bergabung dalam Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) pimpinan Choirul Anam, mantan Ketua DPW PKB Jawa Timur.
Waktu untuk pemilu 2009 tinggal satu tahun lagi. Tapi, sepertinya tanda-tanda konflik internal PKB akan terhenti semakin menjauh. Kubu Muhaimin dan kubu Gus Dur masih berseteru. Siapa nanti yang berhak memegang PKB (saja)?
(asy/asy)










































