"Kemiringan itu ada di bangunan ATM yang ada di samping Sarinah. Bangunan untuk ATM itu memang didesain terpisah dari gedung utama. Kalau gedung utamanya sendiri tidak ada perubahan yang signifikan sejak dibangun dulu," ujar Kepala Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) DKI Jakarta Hari Sasongko dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (14/4/2008).
Dia belum bisa memastikan sejak kapan kemiringan itu terjadi dan seberapa cepat pertambahan kemiringannya. Karena itu diperlukan penelitian yang tidak singkat. Menurutnya, kemiringan terjadi karena adanya pergerakan tanah yang signifikan lantaran penyedotan air tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan dia, pihak Sarinah akan memindahkan lokasi ATM untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun kapan waktunya, Hari belum bisa memastikan. Penurunan tanah tak hanya terjadi di Sarinah tetapi juga bangunan lain yang juga berlokasi di Jalan Thamrin, yakni Badan Pengkajian & Penerapan Teknologi (BPPT).
"Di BBPT, tepatnya di tempat parkir juga terjadi penurunan con block. Di situ sedang diteliti Balitbang PU dengan memasang inklinometer. Untuk pemasangan inklinometer ini harus didiskusikan lagi apakah untuk seluruh bangunan di Jalan Thamrin atau gedung tertentu saja," terang Hari. (nvt/nrl)











































