Pembenahan Ruangan Kejagung Terlalu Remeh Tekan Markus

Pembenahan Ruangan Kejagung Terlalu Remeh Tekan Markus

- detikNews
Selasa, 15 Apr 2008 06:43 WIB
Jakarta - Marwan Effendi resmi menjadi Jampidsus. Dia berniat membenahi ruangan di Kejagung untuk mempersempit ruang gerak makelar kasus (markus). Namun pembenahan ruangan ditengarai tidak akan signifikan mengurangi mafia.

"Karena deal bisa di mana saja. Bahkan Jaksa Urip saja sampai menyambangi rumah Sjamsul Nursalim. Pembenahan ruangan tidak berimplikasi besar. Ini tidak signifikan mengurangi mafia," ujar pengamat hukum Zaenal Arifin Mochtar dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (14/4/2008).

Menurut dia, sebelum dilakukan pembenahan ruangan, ada baiknya para jaksa melakukan pembenahan pada dirinya sendiri. Sebab ada jaksa yang ditengarai melakukan plagiasi untuk mendapatkan gelar doktoral. Hal itu tentunya harus diklarifikasi. Apalagi, dia pernah mendengar jaksa yang mengatakan korupsi adalah kejahatan biasa. Hal itu lantaran yang melakukan korupsi 500 orang dibandingkan dengan jumlah warga yang 250 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perlu diperbaiki juga rekrutmen jaksa, pendidikan jaksa, serta sistem demosi atau promosi. Banyak yang layak tidak dipromosikan, yang tidak layak malah sebaliknya," lanjut pengajar UGM ini.

Terkait rekrutmen jaksa, masih tercium adanya ruang bagi nepotisme dan sogok menyogok. Menurut dia, mafia peradilan ada di Kejagung tetapi bukan di Gedung Bundar. Karena itu pembenahan ruangan terlalu remeh temeh untuk mengurangi markus.

"Saya rasa kejaksaan dari dulu longgar menerima orang-orang yang menjadi markus. Kalau mau mengisolasi Gedung Bundar, maka mereka akan pindah ke gedung segi tiga, segi empat, hotel, kafe. Makanya, harus sistem yang diperbaiki," tutur Zaenal. (nvt/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini