Gus Dur, Cak Imin, dan Sembilan

Gus Dur, Cak Imin, dan Sembilan

- detikNews
Selasa, 15 Apr 2008 05:33 WIB
Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saat ini sedang mengalami masa-masa sulit. Di saat partai lain sibuk mempersiapkan Pemilu 2009, partai berlambang bintang sembilan ini justru didera masalah. Perpecahan kian nyata di depan mata.

Kabar terakhir, kubu Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menggugat Gus Dur dengan gugatan immateriil senilai Rp 99 miliar. Namun tak lama angka fantastis itu turun menjadi Rp 9. Kenapa harus menggunakan angka serba sembilan?

"Warga Nahdliyin sangat familiar dengan angka sembilan," ujar Wakil Sekjen DPP PKB Helmy Faishal Zaini saat ditanya kenapa harus menggunakan angka sembilan dalam melayangkan gugatan kepada Gus Dur di sebuah restoran di kawasan Pasar Festival, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin, 14 April malam kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang, selama ini angka sembilan menjadi hal yang tidak asing di tubuh NU. Di lambang NU terdapat bintang sembilan. Lima bintang terdapat di atas bola dunia, yang menggambarkan Nabi Muhammad beserta empat sahabatnya, Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali.

Sementara empat bintang di bawah bola dunia menggambarkan empat madzhab yang diikuti oleh umat Islam di dunia, Syafi'i, Hambali, Maliki, dan Hanafi. Jika sembilan bintang tersebut digabungkan, melambangkan walisongo (wali sembilan), penyebar agama Islam di Pulau Jawa.

Angka Rp 99 miliar apakah hanya kebetulan? Mungkin saja tidak. Sebab, di lambang NU, juga terdapat bola dunia yang dikelilingi oleh tali yang jumlah lilitannya mencapai 99. Kubu Cak Imin hanya tersenyum saat ditanya adakah kaitannya angka tersebut dengan lambang NU.

Arti 99 di lilitan lambang NU menggambarkan jumlah asma'ul husna (sifat-sifat baik yang dimiliki Allah). Seperti Ar Rahman, Ar Rahim, Al Malik, dan sebagainya. (anw/nvt)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads