Potret TKI di Negeri Sabah

Laporan dari Malaysia

Potret TKI di Negeri Sabah

- detikNews
Senin, 14 Apr 2008 19:17 WIB
Sepitang - Sudah enam tahun tujuh bulan Solihati (25) merantau ke Sepitang, Sabah, Malaysia. Ia rela meninggalkan suami dan anak-anaknya di Pati, Jawa Timur demi meraup ringgit di negeri Jiran.

Solihati bekerja di Sabah Forest Industries, sebuah pabrik pengolahan kayu di Sepitang. Setiap harinya ia bekerja selama 8 jam dengan bayaranΒ  14,55 Ringgit Malaysia atau kira-kira setara dengan Rp 39.000 per hari.

Jika dihitung dalam sebulan, ia mengantongi uang sekitar Rp 1.200.000. Dari jumlah uang yang tidak seberapa besar ini Solihati bisa mengirimkan uang kurang lebih Rp 400.000 kepada keluarganya di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di tempat ini ada 100 orang lebih pekerja perempuannya," ujar dia kepada detikcom kunjungan ke Sabah Forest Industies di Sipitang, Malaysia. Minggu Malam (13/4/20080). Wartawan detikcom Ramadhian Fadillah berada di Sabah mengikuti lawatan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Jumhur Hidayat.

Di tempat yang sama, Blasius Cinde (47) seorang TKI asal Maumere, bercerita pada detikcom bahwa penghasilannya di pabrik ini sebesar 18 RM sehari. Jika dia mengirit, maka gajinya bisa digunakan untuk menghidupi seluruh keluarganya. Salah seorang Anak Blasius malah kini bisa kuliah di sebuah Akademi Perawat di Bandung, walaupun itu pun dibantu beasiswa.

Solihati dan Blasius merupakan gambaran TKI yang terbilang cukup enak. Karena perusahaan tempatnya bekerja memberikan izin cuti dan pelayanan kesehatan.

Di Sabah sendiri masih banyak TKI yang kurang beruntung. Mereka digaji hanya 8 RM perharinya. Kadang para TKI ini juga terpaksa mendatangi KJRI Kota Kinabalu Sabah untuk sekedar meminta ongkos pulang. Umumnya mereka bekerja di perkebunan-perkebunan sawit yang terpencil dan sulit dipantau pihak KJRI. (rdf/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads