Peninggian Tanggul Lumpur Lapindo Diminta Ditinjau Ulang

Peninggian Tanggul Lumpur Lapindo Diminta Ditinjau Ulang

- detikNews
Senin, 14 Apr 2008 15:13 WIB
Yogyakarta - Pemerintah didesak meninjau ulang metode peninggian tanggul penahan luapan lumpur. Sebab di beberapa titik tanggul, telah terjadi keretakan dan rembesan lumpur.

Desakan itu disampaikan Dr Ir Hary Christiady Hardiyatmo, MEng DEA, Ketua Pengelola Magister Pengelolaan Sarana Prasarana (MPSP) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Gedung jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik UGM, Senin (14/4/2008).

"Tanggul yang katanya handal itu sudah tak mampu lagi. Ini akibat kurang direncanakan dengan baik sehingga malah menimbulkan banyak masalah," kata Hary.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hary, peninggian tanggul dan pembuatan tanggul baru untuk menghambat lumpur tidak terencana dengan baik. Akibatnya banyak terjadi masalah pada tanggul seperti retak, baik retak melintang maupun memanjang.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya beberapa masalah, seperti rembesan lumpur, deformasi lateral maupun vertikal (settlement) yang besar, tanggul longsor (sliding), terjadi limpasan (overtopping) pada tanggul, serta tangggul jebol (breach).

"Banyak tanggul dibuat langsung dengan penimbunan di atas lumpur. Pembuatan fondasi tidak melakukan pembersihan terlebih dahulu serta banyak terjadi pemadatan tanggul yang tidak sempurna," katanya.

Hary menegaskan, pemerintah perlu meninjau ulang metode peninggian tanggul dengan cara perbaikan bahan timbunan tanggul. Bahan timbunan tanggul yang digunakan harus memenuhi syarat dalam spesifikasi teknis.

"Agar tidak retak dan terjadi rembesan, pemadatan dilakukan dengan cara yang benar dari jenis bahan dan berat yang memenuhi syarat. Tebal lapisan pemadatan dan lintasan pemadatan juga harus baik," pungkas staf pengajar jurusan Teknik Sipil itu.
(bgs/djo)


Berita Terkait