Sebab, organisasi ini masih menjadi bagian dari bangsa Indonesia.
Inilah garis besar dari diskusi "Menjaga Martabat Bangsa, Selamatkan Ahmadiyah yang digelar oleh Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan" di Wahid Institut, Jalan Taman Amir Hamzah, Matraman, Jakarta Pusat, Senin (14/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, ancaman pembubaran paksa oleh kelompok Islam garis keras akan menimbulkan konflik berkepanjangan. Bila tidak dihentikan akan mencuat menjadi isu internasional. "Saya mencintai Ahmadiyah sebagai muslim. Bukan menghalalkan darahnya seperti yang dilakukan oleh FPI," ujarnya.
"Dalam forum internasional saya selalu ditanya dan saya sulit menjawabnya," katanya
Oleh karena itu mereka meminta kepada Kejagung untuk mempertimbangkan kembali rencana pelarangan Ahmadiyah. "Kami minta Kejagung, Bakorpakem ataupun Depag untuk mempertimbangkan ulang rencana pelarangan Ahmadiyah. Kembalikan saja ke konstitusi," ujarnya.
Hadir dalam acara ini tokoh lintas agama dan puluhan aktivis, seperti Usman Hamid dari Kontras, Musdah Mulia dari UIN Syarif Hidayatullah, Anand Krisnha dan tokoh lainnya.
(mar/fay)











































