Pencopotan larangan ini menandai berakhirnya sebuah kisah luar biasa, dimana Anwar telah dituduh dalam skandal seks dan korupsi. Tuduhan ini menyebabkan Anwar harus mendekam di penjara selama 6 tahun.
Pada pemilu Maret lalu, Anwar berhasil memimpin kelompok oposisi saat meraih kursi di parlemen seklaigus membuat lawannya, Barisan Nasional, sulit meraih suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anwar berharap dapat segera kembali masuk parlemen melalui pemilu dan menantang PM Abdullah Ahmad Badawi. Namun, meski dia dapat segera mengikutinya, Anwar mengaku tidak ingin buru-buru.
"Tentunya tidak dalam beberapa bulan mendatang. Membangun Pakatan Rakyat saat ini lebih penting," ujar Anwar saat diinterview harian The Star yang dikutip AFP, Minggu (13/4/2008).
"Prioritas utama saya adalah untuk menjamin akuntabilitas dan pemerintahan yang baik di 5 negara bagian," imbuhnya.
Menurutnya, berakhirnya larangan berpolitik ini tidak terlalu dipikirkan, karena dia tidak mengakui putusan pengadilan atas tuduhan korupsi.
(ary/nrl)











































