Perubahan Iklim Rentan Sebarkan Demam Berdarah

Perubahan Iklim Rentan Sebarkan Demam Berdarah

- detikNews
Minggu, 13 Apr 2008 08:48 WIB
Jakarta - Perubahan iklim sedang melanda dunia, tidak kecuali di Indonesia. Nah, demam berdarah bisa mewabah dalam iklim yang berubah. Waspadalah!

"Demam berdarah yang paling rentan untuk berkembang. Demam Berdarah dapat meningkat drastis gara-gara perubahan iklim ini," ujar Menkes Siti Fadillah Supari.

Hal itu disampaikan Menkes usai senam bersama dalam rangka Hari Kesehatan se-Dunia, di lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (13/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah demam berdarah, penyakit paling rentan urutan berikutnya adalah penyakit malaria, filariasis (kaki gajah), pest, dan penyakit-penyakit lainnya.

Penyakit-penyakit tersebut bisa menduduki urutan paling atas karena perubahan iklim, karena perubahan suhu udara, kelembaban dan kecepatan angin yang dapat meningkatkan ovulasi, serta memperpanjang umur penyebaran penyakit.

"Perubahan iklim juga mendorong pencemaran udara yang menimbulkan infeksi serta alergi karena debu," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini.

Karena itu, Menkes menyarankan jurus lama tapi jitu mencegah penyakit itu, yaitu pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3 M (membersihkan, menguras, dan mengubur).

Dalam acara yang diikuti 1.000 orang ini tampak hadir pula Menko Kesra Aburizal Bakrie serta dari perwakilan WHO Stephan Paul Jost. Tampak juga rocker gaek Ikang Fawzi dan artis Soraya Haque. (nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads