"Kita rugi US$ 100 ribu sehari," ujar Direktur Komunikasi PT Direct Vision Halim Mahfudz kepada detikcom di Jakarta, Sabtu (12/4/2008).
Halim mengaku tidak tahu penyebab belum juga disiarkannya Astro. Padahal, pihaknya sudah memenuhi semua kewajiban membayar kepada Depkominfo.
Saat ditanya apakah ada pihak tertentu yang bermain untuk memonopoli TV kabel, Halim mengaku tidak tahu.
"Saya nggak tahu itu. Ada apa ya kenapa dilarang siaran?" kata Halim.
Hingga pukul 16.00 WIB, Astro belum juga siaran. Depkominfo menghentikan siaran dengan alasan Astro belum membayar kewajiban biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi dan biaya antara penyedia jaringan siaran (net provider) dengan penyedia konten siaran (content provider).
Dengan matinya siaran Astro, para penggemar Liga Inggris terancam tidak dapat menonton pertandingan MU vs Arsenal yang akan berlangsung pada Mingggu 13 April 2008 pukul 22.00 WIB.
(nik/ana)











































