Polisi heran bagaimana para pelaku bisa dengan santai menunaikan aksi mereka tanpa takut tertangkap dan... tanpa mengenakan masker!
Polisi menduga hal itu dilakukan karena para perampok tahu bahwa closed-circuit television cameras (CCTV) yang ada di bandara tidak dinyalakan saat kejadian itu. CCTV baru dihidupkan setelah perampokan besar-besaran itu.
Polisi pun memperkirakan, ada orang dalam yang ikut berperan dalam perampokan ini.
"Ada kemungkinan para perampok dibantu orang dalam karena mereka tahu kapan persisnya untuk menyerang ketika dua pengusaha moneychanger itu terlihat di KLIA," kata sumber kepolisian Malaysia seperti dilansir kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Sabtu (12/4/2008).
Hingga saat aparat kepolisian Malaysia masih terus memburu para pelaku yang diyakini sebagai warga Malaysia.
Dalam perampokan yang terjadi pada Rabu, 9 April itu, para perampok menembak kedua pengusaha moneychanger dan dua pengawal mereka. Mereka kemudian dengan tenang berjalan mendekati korban yang terluka dan langsung merampas tas berisi uang. Mereka kemudian kabur dengan menggunakan dua mobil.
Keempat korban yang ditembak itu saat ini masih dirawat di rumah sakit. Dua korban luka lainnya adalah seorang polisi yang sedang tak bertugas dan seorang petugas kebersihan bandara. (ita/ita)











































