"Pak Antasari juga dulu begitu, dihantam kiri kanan itu biasa," kata Marwan saat dihubungi detikcom, Jumat (11/4/2008).
Dia menyatakan isu negatif tentang dirinya adalah suatu teror yang belum tentu kebenarannya. "Itu hanya untuk menjatuhkan saja, itu biasa," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Jaksa Agung Hendarman Supandji mencopot Kemas Yahya Rahman dari jabatan Jampidsus pada 17 Maret 2008. Kemas dinilai tidak kredibel memimpin jajaran Gedung Bundar setelah kasus jaksa Urip mencoreng muka Kejagung. (ndr/)










































