Dephan-TNI Bahas Pengadaan Alutsista

Dephan-TNI Bahas Pengadaan Alutsista

- detikNews
Jumat, 11 Apr 2008 22:33 WIB
Jakarta - Departemen Pertahanan dan Mabes TNI membahas berbagai alat utama sistem persenjataan yang sudah tua. Pembahasan seputar alutsista apa saja yang akan diganti, jenis dan negara mana yang akan dipilih untuk pengadaan persenjataan teresebut.

"Kami juga membahas mana persenjataan tua yang harus diganti, dengan jenis apa, negara mana atau bisa produksi dalam negeri," kata Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso usai mengikuti pertemuan dengan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di Kantor Dephan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (11/4/2008).

Menurut Djoko, kajian terhadap persenjataan ini muaranya harus tetap pada postur pertahanan yang telah disusun. Dari postur pertahanan itu akan terlihat ancaman apa yang akan terjadi pada 10 tahun ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perkiraan pelibatan seperti apa dan dukungan alutsistanya seperti apa? Jadi alutsista yang diprioritaskan adalah senjata yang digunakan untuk menghadapi ancaman dan kerawanan penjagaan di perbatasan, pulau terluar dan sebagainya," jelas Djoko.

Panglima TNI dalam kesempatan itu mengatakan, dalam pertemuan Menhan Juwono Sudarsono memberikan pengarahan untuk menghitung kembali kebutuhan alutsista pada 10 tahun ke depan. Hitungan ini berdasarkan kemampuan anggaran negara, kebijakan tri matra terpadu, kemudian menciutkan jenis-jenis alat persenjataan sehingga lebih efisien dan prioritas
penggunaannya.

"Kami kaji lagi, mana yang bisa pengadaan dari dalam negeri. Sehingga 10 tahun ke depan riil bisa dilaksanakan. Lebih hemat dan lebih baik, misalnya meriam. Kita punya kaliber 76 mm, 105 mm, dan 155 mm tidak terlalu banyak jenisnya, sehingga pemeliharaannya lebih gampang," ujarnya. (zal/ndr)


Berita Terkait