Peristiwa ini terjadi pada pukul 03.50 WIB, di Desa Talangbaru, Kecamatan Organ Lama, Lampung Utara. Timah panas yang dimuntahkan dari pistol milik bandit ini menembus perut bagian kanan. Wiyono langsung tewas di tempat.
Kisah ini bermula pada pukul 03.00 WIB, saat Wiyono bersama 3 rekannya mencoba mencegah perampokan yang dilakukan kawanan bandit yang menumpangi mobil Daihatsu Espass pick up warna hitam dan sepeda motor Honda MegaPro di Desa Talangbaru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiba-tiba seorang bandit yang mengendarai sepeda motor Honda MegaPro muncul dan berhenti menembaki Wiyono. Dorr..!!
Melihat Wiyono terluka, ketiga rekannya berusaha menyelamatkannya. Namun usaha mereka sia-sia.
"Jasadnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk diotopsi," kata Kapolres Way Kanan AKBP Beni Ali kepada pers di RS Bhayangkara Bandarlampung, Lampung, Jumat (11/04/2008).
Kini jasad Wiyono disemayamkan di Polda Lampung, Bandarlampung, Lampung, untuk mendapat penghormatan terakhir dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Lampung, seusai salat Jumat.
(tw/mly)











































