Untuk dapat mengenal bangsa Vietnam ketika zaman batu, kita bisa melakukan penelusuran dari museum ini. Wartawan detikcom Ardhi Suryadhi menyempatkan berkunjung ke musem ini di sela-sela kunjungan ke ibukota Vietnam itu, dalam rangka menghadiri The Microsoft Partners in Learning Regional Innovative Teachers Conference 2008, Jumat (11/4/2008).
Segala macam perkakas, tembikar, alat berburu hingga replika manusia gua tersedia di museum yang terletak di pusat kota Hanoi ini. Museum ini dirintis pertama kali pembangunannya pada 1926 di masa pendudukan Perancis. Namun pada 1958, pemerintah Vietnam secara resmi mengambil alih tempat ini untuk kemudian dijadikan sebagai tempat penelitian dan tempat koleksi barang-barang sejarah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruang eksibisi utama di museum ini dijadikan sebagai tempat penyimpanan benda-benda pra sejarah yang berasal dari 3000 - 4000 tahun yang lalu. Tempat ini sebelumnya telah mengalami pemugaran pada Agustus 1945. Dengan luas area mencapai 2200 meter persegi, ruang eksibisi utama memiliki koleksi sekitar 7.000 artefak orisinal.
Di ruang eksibisi utama, para pengunjung seolah digambarkan bagaimana perjalanan manusia batu yang menempati wilayah Vietnam saat itu. Penggambaran itu diperkuat oleh benda-benda yang digunakan di masa itu, baik ditampilkan dalam bentuk asli maupun replika.
Selain koleksi zaman batu, koleksi lain yang menarik di tempat ini adalah terkait perkembangan berbagai dinasti yang pernah berkuasa di Vietnam. Ada dokumen asli peninggalan berbagai dinasti hingga replika patung Amithaba Buddha yang mempunyai tinggi asli mencapai 292 meter dan lebar 174 meter yang dibuat pada Dinasti Ly di tahun 1507.
Untuk masuk ke tempat ini pengunjung harus membayar tiket lumayan murah, yakni seharga US$ 2 atau tak lebih dari Rp 20 ribu. Untuk mencapai tempat ini pun bisa menggunakan alat transportasi umum seperti taksi atau becak khas Vietnam.
(ash/asy)











































