Setidaknya itulah pengamatan yang didapat wartawan detikcom Ardhi Suryadhi ketika berkunjung di ibukota Vietnam itu, dalam rangka menghadiri The Microsoft Partners in Learning Regional Innovative Teachers Conference 2008 yang berlangsung dari 8-11 April 2008.
Akibatnya ketika di persimpangan, para pengemudi harus ekstra waspada ketika ingin melintas. Mereka seolah sudah tahu kapan harus menurunkan kecepatan jika tak mau 'bersenggolan' dengan kendaraan lain. Biar pun ada lampu lalu lintas, paling hanya ada di persimpangan besar, itu pun tak semua persimpangan besar memilikinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alhasil, untuk melakukan komunikasi antar pengendara, klakson digunakan secara optimal. Sehingga jangan heran, jika kita mendapati suasana layaknya masa kampanye di Indonesia ketika melintasi jalan-jalan di Hanoi: suara klakson kendaraan sahut-sahutan menghiasi sepanjang jalan.
Sepeda motor menjadi kendaraan paling dominan di seantero jalan Hanoi. Pengendaranya juga jarang terlihat yang menggunakan jaket sebagai pelindung dada. Mereka lebih sering terlihat memakai masker, mengingat kondisi asap kendaraan dan jalan yang berdebu.
Nah, satu hal lagi yang membuat 'takjub' dari kota ini, yaitu terhadap kondisi kabel-kabel yang menghubungkan antar tiang listrik yang dibiarkan menguntai di sepanjang jalan. Masyarakat Hanoi pun terlihat sudah terbiasa, sehingga tak menghiraukan betapa semrawutnya kabel-kabel itu. Padahal ketika mereka berjalan di trotoar, tak jauh dari kepala mereka terdapat untaian kabel-kabel listrik menggantung.
Walaupun demikian, dengan kondisi seperti itu, tak membuat ibukota negara bekas jajahan Prancis ini sepi dari para pelancong asing. Tak jarang, para turis ini bahkan terlihat ikut terhanyut dalam lalu lintas Hanoi sambil mengendarai sepeda motor.
(ash/asy)











































