Muhaimin menyatakan hal ini saat dipertemukan oleh TVOne dalam sebuah talk show Jumat (10/4/2008) pagi dengan pjs Ketua Umum PKB versi Gus Dur, Ali Masykur Musa. Dua politisi muda dari kalangan NU yang bersinar ini kadang terlihat santai, kadang terlihat serius.
Pada kesempatan itu, Ali Masykur Musa mengaku menerima sebagai pjs ketua umum DPP PKB karena untuk menghindari kekosongan kekuasaan. Pernyataan itu langsung diklarifikasi Cak Imin. Keponakan Gus Dur ini membantah bahwa ada kekosongan kekuasaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ali Masykur juga menengarai adanya kasus internal di PKB ini, karena ada kubu yang bergerak cepat, yaitu kubu Yenni, sementara kubu Cak Imin bergerak lamban. "Nah, kemudian saya diperankan gara-gara hal ini," ujar Ali Masykur yang tampil klimis itu.
Lagi-lagi Cak Imin membantah dirinya bergerak lamban. "Saya tidak lamban. Selama ini saya hanya mengalah terhadap Yenni. Saya kasih kesempatan dia dan wewenang agak banyak, karena saya hanya ingin menghindari konflik," kata politisi yang masih menjabat Wakil Ketua DPR itu.
Lantas, Cak Imin juga membeberkan bahwa di PKB terdapat kubu yang memiliki ambisi yang besar, tapi minim kemampuan. Saat ditanya apakah yang dimaksud adalah Yenni, Muhaimin langsung memotong, "Saya tidak menuduh siapa pun."
(asy/asy)











































