Sebanyak enam orang terluka parah akibat ditembak para perampok. Demikian disampaikan kepala kepolisian Kuala Lumpur Zahedi Ayub kepada kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Kamis (10/4/2008).
Menurut Zahedi, para tersangka berkulit gelap dan diyakini sebagai warga lokal. "Berdasarkan investigasi awal, kelihatannya para perampok tahu pergerakan korban dan ini dikategorikan sebagai kejahatan terorganisir," kata Zahedi.
Dalam aksi yang berlangsung singkat itu (sekitar 3 menit), para perampok sempat melancarkan tembakan membabi buta sehingga orang-orang di terminal itu tiarap ketakutan.
Perampok terdiri dari empat hingga enam orang. Awalnya dua pengusaha money changer dan dua pengawalnya hendak masuk ke pintu nomor 8 terminal keberangkatan luar negeri Bandara KLIA. Mereka tiba-tiba dicegat para perampok dan menembak kaki mereka lalu merampas tas berisi uang.
Selain keempat orang tersebut, korban luka lainnya adalah Kopral Zainuddin Mohd Isa, seorang polisi dari kantor polisi Putrajaya yang sedang tidak bertugas. Dia berada di sana untuk bertemu dengan temannya. Isa tertembak di kaki.
Korban luka lainnya, seorang pekerja kebersihan bandara yang terkena tembakan di kaki saat keluar ingin melihat kejadian. Keenam korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Akibat penembakan itu, sejumlah kaca di bandara hancur. Polisi menemukan 40 bekas peluru.
Para perampok berhasil kabur dengan sebuah mobil. Pengawal pengusaha money changer sempat melepaskan tembakan ke arah perampok namun meleset. Perampok pun lolos dengan sukses. (ita/nrl)











































