"Buya Hamka adalah lawan sekaligus sahabatnya," kata Ketua Dewan Pertimbangan Pusat DPP PDIP Taufiq Kiemas dalam sambutan di acara Simposium 100 Tahun Buya Hamka di Hotel Bumikarsa, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (10/4/2008).
Menurut Kiemas, bukti perkawanan Soekarno-Hamka bisa dilihat tatkala Presiden pertama RI itu wafat. Hamka mengimami salat jenazahnya dan ikut mengantarkannya.
Hubungan Hamka dengan keluarga Soekarno, lanjut Kiemas, terjalin baik. Ada persamaan pemikiran antara keduanya dalam hal pluralisme.
"Soal pluralisme mereka tidak jauh berbeda," katanya.
Kiemas mengatakan, cerminan Hamka sebagai pluralis muncul dalam sifatnya yang pemaaf. Sebagai tokoh umat mayoritas di Indonesia, sifatnya tersebut sangat mengayomi.
"Sehingga umat kain merasa dilindungi. Sebagai kakak besar," pungkasnya.
(gah/ana)











































