"Memang ada dua kemungkinan. Dia bisa saja main sendiri dan bermain dengan melibatkan orang lain," analisis Rudi Satrio, pakar hukum pidana Universitas Indonesia (UI) saat dihubungi detikcom, Kamis (10/4/2008).
Namun Rudi lebih menduga Al Amin tidak bekerja sendirian. "Sebab kasus ini terkait dengan kebijakan yang melibatkan banyak orang," ujar Rudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasti ada kelompok besar lagi yang diuntungkan. Karena ini melibatkan banyak orang, siapa saja yang mendapat bagian harus diusut," ujarnya.
Dia juga meminta KPK bisa melebarkan kasus suap ini. "Jadi kasus ini harus dikembangkan ke siapa saja yang terkait. Karena kebijakan ini tidak berdiri sendiri," tambahnya.
Al Amin Nasution ditangkap bersama dengan Sekda Bintan Azirwan dan 2 ajudannya serta perempuan muda bernama Eiffel di Hotel Ritz Carlton pukul 02.00 WIB, Rabu 9 April 2008 kemarin.
(mar/nrl)










































