Bagaimana kisah penyerobotan jalur bus khusus TransJ ini menurut versi Nur Alam yang menetap di Koja, Jakarta Utara, ini? Berikut petikan wawancara detikcom dengan politisi PKB ini, Kamis (10/4/2008):
Mengapa Bapak masuk jalur TransJakarta (TransJ) kemarin?
Saya itu mau ceramah Maulid di Paspamres di Jalan Tanah Abang II. Saya dikawal, mobil saya berada di depan. Saat itu saya sedang baca koran. Tiba-tiba distop petugas Dishub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sopir saya berpikir karena sudah ada pengawalan dari Paspamres, jadi diperbolehkan masuk jalur TransJ. Saya berangkat dari rumah pukul 07.15 WIB, sedangkan acara pukul 08.00 WIB.
Mengapa Bapak memperbolehkan sopir untuk masuk jalur TransJ?
Saya langsung tegur sopir saya, karena saat itu saya nggak sadar. Saya sedang baca koran. Tiba-tiba distop.
Apa yang sopir Anda lakukan dan Bapak sendiri bagaimana menghadapi situasi tersebut?
Saat distop, saya minta ke petugas Dishub untuk ditilang. Tapi nggak tahu sopir saya ngomong apa, kita terus.
Lalu, Bapak tiba di lokasi pukul berapa?
Alhamdulillah sampai pukul 08.15 WIB.
Cepat gara-gara lewat jalur TransJ ya Pak?
Hahahaha...Iya...
Sambil tertawa Nur Alam berjanji tidak akan menerobos busway lagi, yang menurutnya bukan tindakannya.
(ptr/nrl)











































